Psikologi Upi

Psikologi Upi – Psikologi pendidikan mengintegrasikan teori dan konsep dari psikologi dan pedagogi untuk memahami pembelajaran siswa dan meningkatkan efektivitas pembelajaran.

Manfaat PANDAWA (Kanggo Warga Digital Parenting) sudah dirasakan oleh warga kota Bandung khususnya para orang tua siswa sejak Oktober 2020. Puluhan spesialis sumber daya yang berpengalaman memberikan pengetahuan mereka, dan sekarang orang tua dapat berkonsultasi secara individual dengan sukarelawan (203 sukarelawan, termasuk 18 psikolog). berfungsi untuk memudahkan orang tua menemani anaknya belajar di rumah selama PJJ.

Psikologi Upi

Psikologi Upi

Keberhasilan program PANDAWA di kota Bandung mendapat respon yang luar biasa, dan hal ini terwujud berkat kerja tim PANDAWA yang dikoordinir oleh Br. Pathah Pajar Mubarok, M.Pd Guru BK di SMPN 15 Bandung. Tn. Pathah Pajar Mubarok merupakan alumnus Program Studi Psikologi Pendidikan SP angkatan 2013. Saya tahu Kang Pathah sangat “peduli” dan gigih dengan program parenting yang up-to-date. Kami tentu bangga dengan prestasinya, maka dukung Sdr. Pathah Pajar Mubarok sebagai PNS Berprestasi dalam Inovasi Tahun 2021 dengan cara like dan comment pada link dibawah ini :

Pelantikan Pengurus Bem Fakultas Psikologi Upi Y.a.i Periode 2021 2022

Konseling adalah pekerjaan profesional, jadi aktivitas Anda harus dibenarkan secara ilmiah. Salah satu aspek yang mendukung proses pendidikan adalah pemahaman yang benar tentang teori dan praktik konseling.

~Prof. Dr. Juntika Nurihsan, M.Pd (Guru Besar Bimbingan dan Konseling UPI/Penulis buku teori dan praktik Konseling)

~ Rp. 250.000 (Buku konsultasi teori dan praktik, buku konsultasi singkat berorientasi solusi dan konsultasi mandiri) tanpa ongkos kirim

Pernahkah Anda merasa tidak nyaman? Anda merasa salah jurusan dan ingin pindah ke jurusan lain.

Penerimaan Mahasiswa Baru Program Magister (s2) Psikologi Pendidikan T.a 2021

Semoga Allah SWT selalu memberikan kita kesehatan, panjang umur dan berkah serta memberikan kita semua kesempatan untuk menemukan diri kita lagi di bulan suci Ramadhan berikutnya, In shaa Allah…..

Pelaksanaan program pertukaran staf dengan Departemen Psikologi Pendidikan dan Konseling, Malaysia (UM). Pada Rabu, 28 April 2021, antara pukul 13.00 hingga 15.00 WIB, SP Jurusan Psikologi Pendidikan UM mengundang para pengajar UM untuk mengikuti mata kuliah teori kepribadian.

Sebelum memulai kuliahnya, drg. Noor Aisyah Rosli. Anggota DPR Prof. Dr. Juntika Nurihsan membuka kuliah teori kepribadian sebagai pembicara dan menyambut dr. Noor baik-baik saja di lapangan. Sebanyak 35 mahasiswa angkatan 2019 dan 2020 hadir pada kegiatan perkuliahan hari ini.

Psikologi Upi

Dalam kuliah hari ini, Dr. Noor menyampaikan bahwa setiap orang memiliki potensi untuk berubah, banyak hal yang dapat mempengaruhi kepribadian seseorang, dan yang paling berpengaruh adalah cara berpikir seseorang. Seseorang bisa berubah dengan pola pikirnya sendiri, seburuk apapun masa lalu, jika pola pikir orang itu selalu positif, maka orang itu akan bangun menjadi lebih baik.

TRENDING  Soal dan Kunci Jawaban UTS SBDP Kelas 1 Semester Genap di Kab. Mempawah

Patut Dicontoh, Ini Kegiatan Pengabdian Masyarakat Yang Dilakukan Oleh Mahasiswa Upi Y.a.i

Apakah kepribadian kita melihat dan menghargainya. Jika Anda memiliki masalah, selesaikan segera, jangan khawatir tentang itu untuk waktu yang lama.” Kata dr. Noor tegas

Kuliah yang dr. H. Mubiar Agustin, M.Pd. Sebagai instruktur pendukung ke-2 dan moderator mata kuliah teori kepribadian, beliau terkesan “renyah” dan ringan, namun penuh ilmu, beliau menciptakan suasana ceria dan tidak membosankan, sehingga para siswa yang mengikuti acara tersebut begitu antusias mengikuti kegiatan berbasis partisipasi. mendengarkan. Jika tidak sempat, ada presentasi teori kepribadian pada pukul 15:00 WIB. Kemudian kegiatan ini diakhiri dengan sesi dokumentasi yang menandai berakhirnya kegiatan perkuliahan teori kepribadian. (Plum, 2021)

Pada Minggu, 2 Mei 2021, Ketua SPs Program Studi Psikologi Pendidikan UPI, Dr. Tina Hayati Dahlan, S.Psi., M.Pd., psikolog, bekerjasama dengan lembaga non profit yaitu:

Pada kesempatan ini, Organisasi AYAN menghadirkan dua keynote speaker yaitu: Dr. Tina Hayati Dahlan, S.Psi., M.Pd., Psikolog, Ketua Program Studi Psikologi Pendidikan di SPs UPI, dan Haris Hendrik, sebagai lensa Pendidikan Pendiri .id, delegasi Indonesia AFMAM 2020 yang merupakan mahasiswa UGM 3 berprestasi. Kegiatan ini dilakukan secara online pada pukul 13.00 WIB dengan menggunakan platform media digital

Vol 4, No 2 (2020)

Di awal penyampaian materi, Ibu Tina menyampaikan bahwa di era baru ini ada beberapa kendala yang dihadapi siswa yaitu: di satu sisi sulit berkonsentrasi dalam belajar. Masalah ini muncul karena kurangnya koneksi atau kurangnya koneksi antara tubuh, pikiran dan emosi siswa. Kedua, aktivitas otak yang berperan penting dalam proses berpikir dan proses mental lainnya, seperti pengaturan motivasi, memori dan tingkat emosi, serta pengaturan fungsi motorik, koordinasi, keseimbangan tubuh. dan fungsi organ lainnya. Selain itu, Ibu Tina menjelaskan bahwa ada beberapa cara untuk menyeimbangkan fungsi tubuh, pikiran dan emosi kita.

Moderator kemudian meminta pembicara kedua untuk mempresentasikan materi. Haris Hendrik mengatakan di awal paparan bahwa sampai saat ini pendidikan sudah diurus oleh pemerintah. Hal ini terlihat dari banyaknya kebijakan yang diambil dan diterapkan oleh pemerintah, seperti pengenalan sistem PJJ saat terjadi wabah, yang didesain sedemikian rupa. Lebih lanjut, Haris mengatakan bahwa masalah pendidikan tidak hanya

Hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat karena setiap individu memiliki tanggung jawab dan perannya masing-masing untuk berkontribusi bagi kemajuan pendidikan di Indonesia. Haris juga mengatakan, nasib pendidikan Indonesia di masa depan dapat ditentukan oleh siswa karena mereka adalah promotor perubahan kualitas pendidikan bangsa. Di akhir paparannya, Haris menyampaikan bahwa mahasiswa, khususnya mahasiswa yang berperan di bidangnya, dapat sangat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Hal ini terlihat dari banyaknya siswa yang mengikuti berbagai hal seperti:

TRENDING  Soal dan Kunci Jawaban Ujian Tengah Semester Matematika Kelas 6 Semester Genap di Kota Bima

Psikologi Upi

Pada 3-5 Mei 2021, Program Studi Psikologi Pendidikan UPI SPs kembali ambil bagian dalam penyusunan modul dan perangkat penunjang keterampilan orang tua yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Upi Duduki Peringkat 6 Versi 4icu

Kegiatan ini merupakan persiapan modul tahap kedua yang dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Psikologi Pendidikan SP yaitu Rahma Talitha, S.Psi. dan Fitri Suciati, S.Psi.

Modul yang dikembangkan merupakan hasil penelitian ketua Program Studi Psikologi Pendidikan, Dr. Tina H. Dahlan., M.Pd., psikolog, modul Mindful Parenting pada anak usia dini.

Kegiatan ini merupakan salah satu implementasi MoA dan PKS antara SP UPI dan SEAMEO CECCEP yang pelaksanaannya dikendalikan oleh Direktorat Kemendikbudrist PAUD. (Fitri, 2021)

Seksisme adalah bentuk prasangka negatif atau positif berdasarkan perbedaan gender. Hal ini ditegaskan kembali oleh Hani Yulinindrasari, S.Psi., M. Gendst., Ph.D., program resource officer

Mt Баримтанд дүрс оруулах интерактив хичээл

Di akun Instagram pakar psikologi pendidikan UPI, yang pada kesempatan ini mengangkat judul “seksisme dan guru milenial”. Acara tersebut akan dilaksanakan pada hari Jumat, 16 April 2021.

Hani Yulinindrasari, S.Psi., M.Gendst., Ph.D., mengatakan kelompok milenial cenderung lebih terbuka atau

Dibandingkan dengan kelompok pasca-milenium dalam hal kesetaraan gender. Oleh karena itu, menjadi tanggung jawab guru generasi milenial untuk mengembangkan pemahaman tentang keadilan, termasuk kesetaraan gender, pada generasi pasca-milenial yang mereka ajar. Triknya mungkin menggali lebih banyak informasi dan pemahaman dari siswa dengan membuka forum diskusi dalam proses belajar mengajar.

Psikologi Upi

Menurut Bu Hani, model pembelajaran dua arah dapat mengajarkan siswa untuk berpikir lebih kritis dengan membuka diskusi, debat, dll, termasuk membahas gender. Lebih lanjut, hasil penelitiannya menunjukkan bahwa kaum post-milenial sebenarnya lebih seksis daripada kaum millennial. Beginilah seharusnya guru milenial mulai memperkenalkan siswanya

Welcome To The Official Website Of English Education

Selain itu, Hani Yulindrasari mengatakan bahwa seksisme dalam pendidikan berdampak signifikan terhadap perkembangan baik laki-laki maupun perempuan, misalnya masih sedikitnya perempuan yang menjadi manajer dan CEO perusahaan besar, sehingga membatasi langkah perempuan dan materi tertentu untuk perempuan. . hanya Seksisme dalam pendidikan yang pengaruhnya terhadap laki-laki, salah satunya adalah laki-laki dipandang tidak wajar jika tertarik pada bidang yang didominasi oleh perempuan. Sikap seperti itu dapat menghalangi laki-laki dan perempuan untuk mengejar minat mereka dan berkembang dalam profesi yang mereka minati.

TRENDING  Soal dan Kunci Jawaban Ujian Tengah Semester IPS Kelas 1 Semester Genap di Kab. Nabire

Sebelum mengakhiri pembicaraan, Bu Hani menutup pernyataannya dengan mengatakan bahwa kita sebagai pendidik berkewajiban untuk berlaku adil kepada siswa kita dalam hal pelayanan yang kita berikan dalam dunia pendidikan. (Pena, 2021) Beberapa mahasiswa yang tergabung dalam Pusat Studi Anak Berkonflik dengan Hukum (PK ABH) Departemen Psikologi Universitas Pendidikan Indonesia telah berkomitmen untuk menolak segala bentuk kekerasan, khususnya kekerasan. terhadap Anak dalam Pernyataan Big Apple Gerakan Penolakan Kekerasan Provinsi Jawa Barat, Senin (18 Juli 2016) Gedung Sate, Jln. di latar depan. No.22 Diponegoro, Kota Bandung.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan memimpin Deklarasi Besar Jawa Barat Penolakan Kekerasan. Sekitar 3.000 orang menghadiri deklarasi tersebut, antara lain tokoh pendidikan, aktivis pendidikan, guru, kepala sekolah, perwakilan siswa SMA se-Bandung, Forum Anak Daerah Jabar, Forum OSIS dan pejabat lainnya, termasuk pimpinan Jabar. . OPD Provinsi.

Menurut situs www.bp3akb.jabarprov.go.id, dalam apel besar, Heryawan menekankan bahwa di era yang semakin modern ini, seharusnya tidak ada lagi kekerasan, terutama di dunia pendidikan, seperti kekerasan manual, verbal dan perilaku. . . . Dia mengatakan bahwa deklarasi tersebut didasarkan pada maraknya kekerasan terhadap anak saat ini.

Laboratorium Bahasa Fakultas Psikologi Upi Y.a.i

Masih ada kekerasan terhadap anak dan perempuan, harus segera dihentikan. Anak-anak ini memiliki hak untuk mencintai dan tumbuh dengan baik. Dengan acara besar ini, kami ingin menciptakan sekolah ramah anak, mengapa kami memilih sekolah karena anak-anak kami tinggal di sekolah tersebut, yang terkadang menjadi sasaran kekerasan. Makanya tujuan kita sosialisasi,” kata Ahmad Heryawan usai menyetir apel.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Heryawan menempelkan kalimat terkait kampanye “Deklarasi Jawa Barat Tolak Kekerasan” di spanduk putih bertuliskan, “Kami menolak segala bentuk kekerasan.”

Dia mengatakan sekolah menjadi sasaran utama deklarasi penolakan kekerasan Jawa Barat karena ada 9,6 juta anak di sekolah menengah dan sederajat, dan sekolah terkadang menjadi lokasi kekerasan terhadap anak.

Psikologi Upi

“Dan itu harus menjadi tempat yang ramah anak dan surga bagi anak-anak, karena

Bem Kema Psikologi Upi Gelar Psychology Festival 2022: Mengulik Traumatik Melalui Seni Kabaret

Biaya kuliah psikologi upi, biaya psikologi upi, psikologi upi non pendidikan, s2 psikologi pendidikan upi, upi yai psikologi, s2 psikologi upi, akreditasi psikologi upi, jurusan psikologi upi, tes psikologi bidang minat upi, upi, jurusan psikologi upi bandung, upi psikologi

You May Also Like

About the Author: admin